Keterbatasan SDA Jadi Tantangan, Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Berdampak dan Hadirkan Inovasi

Keterbatasan SDA Jadi Tantangan, Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Berdampak dan Hadirkan Inovasi
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 31 Oct 2026
  • 41 kali dilihat

Keterbatasan SDA Jadi Tantangan, Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Berdampak dan Hadirkan Inovasi

MADIUN – Keterbatasan sumber daya alam (SDA) menjadi salah satu tantangan sekaligus alasan Kota Madiun harus mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu, kompetensi, dan kreativitas untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.


Pesan tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun saat menghadiri Wisuda dan Angkat Sumpah Diploma, Sarjana, serta Profesi Universitas Bakti Hasta Mulia Madiun Tahun 2026. Sebanyak 205 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda tersebut.


Menurut Plt wali kota transformasi perguruan tinggi harus diikuti dengan perubahan kontribusi terhadap lingkungan dan daerah. Mahasiswa maupun lulusan perlu diberikan ruang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah kota sehingga kemampuan akademik yang dimiliki dapat diterapkan secara langsung.


"Transformasi ini harus diikuti dengan perubahan. Hari ini membuktikan sudah mewisuda 205 wisudawan. Apa yang diharapkan pemerintah, transformasi jangan hanya berhenti hanya wisuda, tetapi harus berdampak ke Kota Madiun. Salah satunya beberapa mahasiswa dilibatkan dalam beberapa kegiatan pemerintah kota," ujarnya.


Plt wali kota menegaskan, pembangunan Kota Madiun membutuhkan keterlibatan berbagai elemen. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan perlu bersinergi dengan kalangan akademisi, pengusaha, dan media untuk menghadirkan gagasan serta inovasi yang dapat mendorong kemajuan daerah.


"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Akademisi, pengusaha, media bersama-sama bergandengan tangan. Kita harus berkolaborasi karena Madiun harus banyak orang kreatif. Kita tidak punya sumber daya alam, yang kita punya adalah kreativitas dan Tuhan memberkati kita dengan sumber daya manusia yang harus kita maksimalkan," tegasnya.


Karena itu, Plt wali kota menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu fokus pembangunan Kota Madiun. Terlebih, potensi utama daerah bukan bertumpu pada sumber daya alam, melainkan kualitas manusia yang mampu menghasilkan kreativitas, inovasi, dan peluang baru.


Dalam kesempatan tersebut, Plt wali kota juga mengapresiasi transformasi Universitas Bakti Hasta Mulia dari sebelumnya berstatus STIKES menjadi universitas. Keberadaan perguruan tinggi tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi sektor pendidikan dan kesehatan bagi Kota Madiun. Harapannya tidak hanya berkembang melalui pembelajaran di kampus, tetapi juga dapat berkontribusi menjawab kebutuhan masyarakat.


Plt wali kota berharap para wisudawan mampu menjadi generasi yang kreatif, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan menjadi bekal untuk mengambil peran, menciptakan solusi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan daerah.

(Rams/rat/diskominfo)


  • Bagikan: