Inflasi Tahunan Meningkat, Koordinasi Stok dan Pasokan Bahan Pokok Terus Diperkuat

Inflasi Tahunan Meningkat, Koordinasi Stok dan Pasokan Bahan Pokok Terus Diperkuat
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 30 Oct 2026
  • 47 kali dilihat

Inflasi Tahunan Meningkat, Koordinasi Stok dan Pasokan Bahan Pokok Terus Diperkuat

MADIUN – Kenaikan inflasi tahunan menjadi perhatian Pemerintah Kota Madiun. Meski inflasi bulanan mulai melambat, tekanan secara tahunan justru menunjukkan tren meningkat. Kondisi tersebut mendorong Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meminta penguatan koordinasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran pasokan bahan pokok. Hal itu disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Madiun di Joglo Palereman, Jumat (30/10).


Berdasarkan paparan perkembangan inflasi, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Kota Madiun meningkat dari 2,86 persen pada Juli 2026 menjadi 3,41 persen pada Agustus dan 3,66 persen pada September 2026. Tiga komoditas yang menjadi perhatian untuk diantisipasi adalah beras, cabai rawit, dan daging ayam ras.


Plt wali kota menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan komunikasi intensif antara perangkat daerah, BUMN, dan BUMD. Koordinasi tersebut terutama menyangkut kepastian stok, persediaan, serta prediksi kebutuhan komoditas agar langkah antisipasi dapat disiapkan lebih awal.


“Makanya hari ini yang terpenting adalah komunikasi lintas, baik ini dari pemerintah kota, OPD dengan BUMN, BUMD, terkait bagaimana satu, stok dan persediaan. Yang kedua, prediksi kebutuhan,” ujarnya.


Menurutnya, informasi mengenai perkembangan stok dari masing-masing BUMN dan pelaku usaha sangat dibutuhkan. Dengan begitu, perangkat daerah dapat memperkirakan kebutuhan Kota Madiun setiap tahun sekaligus memastikan pasokan yang harus disiapkan.


Selain koordinasi stok, kerja sama antardaerah juga menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan. Plt wali kota menyebut Pemkot Madiun telah menjalin perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah daerah lainnya. Kerja sama tersebut dapat dimanfaatkan ketika stok komoditas di Kota Madiun tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.


“Iya, kerja sama kita sudah ada PKS dengan Nganjuk, dengan Magetan, dan di beberapa, lima daerah begitu. Bagaimana nanti apabila stok yang ada di Madiun ini sudah benar-benar darurat, kita mungkin akan minta bantuan atau kerja sama dengan daerah lain,” ungkapnya.


Upaya pengendalian juga dilakukan melalui subsidi kebutuhan bahan pokok, gerakan pasar murah, serta pemantauan harga melalui Sakti Madiun (Sistem Analisis Ekonomi dan Tren Inflasi Kota Madiun). Plt wali kota meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan menjelang Desember yang berpotensi diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat.


Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun pada triwulan II 2026 mencapai 6,88 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 6,35 persen. Pemkot berharap pertumbuhan ekonomi terus terjaga seiring dengan stabilitas harga dan terkendalinya inflasi.

(Dspp/rat/diskominfo)